April 16, 2011

Hanya bersedia ku temui dirinya


Setiap yang diminta belum pasti diterima,

Setiap yang dihajati belum pasti menjadi realiti,

Setiap yang diimpikan belum pasti kesampaian

Setiap keinginan belum pasti bersesuaian...


Jiwa kesepian sering terisi berjuta persoalan,

Adakalanya ia berlalu tanpa jawapan,

dan menghantui diri tanpa alasan,

Menantikan makna bagi setiap kejadian...


Hadirnya dia penuh debaran

Entah dimana terciptanya sebuah pertemuan

Namun ku yakin dalam penantian

Dirimu tercipta seperti yang dijanjikan...


Alhamdulillah, hanya bersedia ku temui dirinya

Tanpa suara gerak hati sendiri berbicara

Semua terjadi tanpa diduga

Sebuah kalimah "masyaAllah" menjadi punca







pelajar yang disayangi



Meningkatnya usia meniti kedewasaan pelbagai mehnah dan ujian yang lebih getir harus ditempuhi. Adakalanya diri ini sudah lemah dan putus asa untuk memperjuangkan sebuah matlamat. Alhamdulillah sahabat sejati sering meniupkan semangat menutup kembali kekecewaan yang tersembunyi. Sepahit mana pun sesuatu itu pasti ada rahsia kemanisannya yang tidak terzahir dengan pandangan kasar mata biasa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Maksudnya : Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(1)

Ayat-ayat inspirasi sebegini antara yang sering diterima dalam membangkitkan semangat meneruskan sebuah matlamat. Karenah pelajar yang didepani bukan mudah untuk dihadapi. Melihat hati-hati kekeringan mereka membuatkan hati ini mudah tersentuh untuk menghulurkan bantuan. Namun adakalanya keterbatan waktu membuatkan segala keinginan hanya tersekat untuk ditunaikan.

Buat pelajar yang disayangi,
Apakah yang dikau temui dalam setiap langkahan diri tanpa matlamat berpandukan syariat. Dikau merelakan masa mudamu berlalu pergi tapa sebarang tangisan malah dikau raikan dengan kepenuh kegembiraan. Adakah dikau pasti semua ini bisa membahagiakan dirimu? Ingat pelajarku hari ini dikau bisa ketawa dengan riang gembira tetapi hari kebangkitan esok bisakah kau ketawa lagi atau dirimu dalam tangisan sebuah penyesalan akibat terleka dengan sebuh kepalsuan yang mengasyikkan. Bangkitlah wahai anak didikku yang diriku sayangi, demi masa depanmu dan harapan-harapn insan-insan yang menanti kejayaanmu...